Duit darimane? Dari OTAK lo!


So yeah, I’m back for bitching!

Kemaren di Path rame postingan ini:

Capture-an headlines dari detik

Capture-an headlines dari detik

And yeah, I agreed completely with the survey (God knows how absurd the survey could be) but I do agree. In order to embrace life, we must go travel, to reduce our ego with the fact that we are just a tiny dot in our big and beautiful earth and of course to be grateful with how awesome our planet is.

If you asked what is my main purpose of traveling, it is simply: to see the world. Because I am intrigued and curious about the planet earth we live in.

However, some people decided to post this a couple days later:

Balasan posting sebelumnya

Balasan posting sebelumnya

Since si pembuat post ini bisa maen Path, gue asumsikan at least doi punya duit buat beli andriod/IOS based smart phone. And you asked, “DUIT DARI MANA?”

Let’s make this clear:

1. TRAVELING IS NOT EXPENSIVE

Yang pasti nggak akan semahal duit yang situ keluarin nongkrong-nongkrong di starbucks/TWG setiap hari (demi pencitraan) atau beli kemeja-kemeja branded (yang actually you can’t afford) atau clubbing tiap weekend atau buka botol di bar high-end.

It’s all about priority my friend!

Lo bisa bilang “duit darimane?” karena duit senang-senang lo abis buat party atau nongkrong-nongkrong high-end. Guess what? Harga nongkrong di TWG tiga kali seminggu selama sebulan equals to jalan-jalan ke Boracay seminggu. Surprised? That’s because not only you suck at math, you also suck at life!

Gue pernah traveling ke Jogja, naek kereta seharga 90,000 perak! Nggak pake AC, semaleman tidur di bangku keras dan temen gue tiduran di lantai pake koran. Tidur di penginapan yang harganya 70,000 permalam itu pun dibagi tiga sama si Strawberry dan Avocado. Makan gudek cuma 4,000 perak, naek becak keliling-keliling cuma 5,000 perak bagi dua sama si Strawberry padahal pantat kita gede-gede, si tukang becaknya keringetan luar biasa.

Mahal? ENGGAK! Penuh cerita? IYA.

Mahal kalo lo maunya ke Maldives pake travel high-end, dongo!

And again, let me emphasize traveler berbeda dengan tourist. Traveling means kita nggak jadi turis. We blend in with local people, learn something about new culture, know more and embrace the journey, no matter how difficult it is, you will be left with sore legs and awesome stories.

2. TRAVELING ADALAH INVESTASI

I’ve heard this quote before:

Traveling is the only thing you purchase that makes you richer

And everytime I paid that flight/train/bus ticket, I will always remember this. My bank account might be decreased, but my personal value is increased.

Yep, you can spend all your money in stock market atau rexadana atau semua investasi lain-lain, but that doesn’t mean you spent ALL YOUR MONEY to invest. Geez, don’t you have life?

Believe it or not, I do invest too. Yes, I may not sound so smart but I do invest. Gak banyak, tapi sedikit-sedikit. Sama kayak gue traveling, one city at a time.

3. TRAVELING ADALAH PRIORITAS

Like I said, it’s all about priority. If you’re a narrow minded douche who never walks out of your comfort zone, then don’t bitch it with “DUIT DARI MANE?”

You just don’t want to waste spend your money for traveling, GOT IT. Don’t be a bitch about it. I never bitch about “Anak muda harus sering nongkrong di TWG dan party sebelum pinggang gampang sakit” then wrote it over with CAPSLOCK “DUIT DARIMANA BUAT PARTY, NYET?”

Because it’s simply not my priority, I get it.

Another Example: Buat orang-orang yang hobi-nya koleksi action figures. Mereka mungkin nggak butuh pergi traveling, karena mereka udah dapat kepuasan dengan beliin action figures. But do we bitch to them, “DUIT DARIMANE BUAT BELI ACTION FIGURES?” Kagak kaaaan! Karena itu bukan priority kita.

Then this post came out:

Kenyolotan selanjutnya

Kenyolotan selanjutnya

It’s either you got married too soon atau lo kebelet married. Lo harus beli asuransi pendidikan sekarang? SAAT LO MASIH MUDA? Geez! I feel sorry for you, bro!

Disaat gue masih muda (late twenties juga masih muda dong) dan planning my next adventures, you already have kids yang masuk SD? Sorry, gue punya banyak temen yang punya anak, but they don’t complain like kids are burden. Cih.

Makanya, bro! Punya anak kalo udah siap financial dan mental, jangan maksa!

Anyyyway, balik lagi ke kata-kata “…kecuali bapak situ banyak duit.”

Well, gue ulangi, itu kalo lo maunya pergi ke Maldives pake travel high-end.

I’m gonna tell you something, I had a normal (slightly underpaid) salary when I was working in Jakarta and I still could manage to feed my mom and dad, paid for my motorcycle installments, and WENT TRAVELING.

Dengan gaji anak Jakarta, di saat yang bersamaan gue bisa beli aset, hidupin bapak emak gue yang udah nggak kerja, sesekali main bareng temen-temen gue dan pergi traveling. I swear to god, Bapak emak gue kagak tajir sama sekali.

Right now I am twenty seven years old, I am underpaid employee living in one of the most expensive cities on earth and I still can manage to feed my parents, pay my insurance, invest, and traveling. I have so far visited almost all the southeast Asia countries and still exploring Indonesia, one city at a time. And I am planning my European adventure.

Semuanya gue bayar pake keringet gue, hasil jerih payah otak gue. Nggak satu peser pun pake duit bapak gue.

How did I do that? BECAUSE I MANAGED MY MONEY WITH MY PRIORITIES.

I don’t splurge my money on the things I couldn’t afford and then bitching about can’t go traveling because it’s expensive.

I put my priority straight! Bikin satu bank account yang nggak boleh di-toel-toel gue tempel gede-gede “TRAVELING FUNDS” isi sedikit demi sedikit tiap bulan, tabung jatah cuti lo, masak sendiri biar nggak sering-sering makan di luar, jogging instead of bayar gym, BANYAK CARA CUY!

IMG_0263

I’ve seen a lot of amazing skies, heard a lot of eye-opening stories, met a lot of awesome people and enriched my soul in a way you will never understand…

Because if I die tomorrow, I have lived my life. And you… You will leave so many credit cards debt my friend… for your house, your car, your insurance. No story to tell.

Don’t ever EVER bitch about traveling!

But again, hey, you will never understand. You can’t afford to travel, that pretty much explains the capacity if your brain. Xp

Use your brain. When there is a will, there is a way.

Once again, traveling is not expensive.

(however perception of expensive itself depends on how you see it) For me, traveling is never expensive.

I will tell you story when I went to Hanoi last year. I met a late thirty (or early forty?) British Accountant. We talked about football and stuffs at the beginning, then we started to switch information about the cities we have crossed in our Southeast Asian journey. Then I asked him, “How did your company let you go on leave for so long?” He replied, “They didn’t let me. I decided to quit then.”

“Wow. That’s a very brave decision. What made you do that?”

“Because I realize I’ve gotten old… and I haven’t seen the world.”

Gue nggak bilang kita harus quit our jobs then impulsively go traveling lah. Sambil kerja, sambil kumpulin duit dan investasi pergilah traveling sesekali. Mumpung masih muda, fisik masih oke, otak masih encer, masih rela ber-susah-susah-an di jalan, masih nggak ada yang ngelarang-larang, pergilah bertualang, daripada duit habis buat makan di resto high-end dan ngopi di starbucks melulu. :p (Sumpah gue ga ada masalah buat starbucks. I drink it too. Hahaha)

Important note:

I don’t criticize people who got married fast, built a family before they even turned twenty five, spent all of their lives taking care of their family. It’s all your choice. But don’t bitch about it! It was your choice wasn’t it?

I adore people who got married early and stayed with their priorities, taking care of the family and truly happy about it.

Bottom line is: Don’t bitch about traveling when it is not your priority. Don’t complain about how hard it is for you to manage your money. And most importantly, don’t judge about how I spend my money on. IT’S MY MONEY, I can do whatever I want with it. You don’t see me bitching to see you buying your house. Geez. Jealous much?

Cheers,

May, resident: the universe.

105 thoughts on “Duit darimane? Dari OTAK lo!

  1. Oooh May, I looooove this post!
    Kesel kalo ada yang bilang, “travelling mulu. gak capek apa badan?” Capeklah tapi seru dan happy! Setuju banget kalo bilang travelling itu gak mahal, ya depend on kebiasaan travellingmu juga ya. Ada yang terbiasa mau nginep di hotel, ada yang cukup di motel atau hostel. Preferensi tiap orang beda.
    Sudahlah..hidup traveller! :)

  2. Aku setujuuuuuuuuuuu!!!!! Apalagi kalo ketemu orang yang tau kita abis travelling terus bilang dgn nada sinis “wah.. jalan-jalan mulu lo kayaknya..banyak duit ya?”
    Banyakan juga duit bapak lo yg dipake buat nongkrong2 tiap hari kaleeeee.. Lagian emang kl travelling harus selalu cuma orang yang tajir atau bapaknya tajir apaa? Hahahaha emosiku jadi tersulut xp

  3. Huahahaaaaa…. super rame ini emang post di path :)))))
    dan sangat setujuuuuuuu…. kalo kata emak gw “yah sekarang deh waktunya jalan2, ntar kalo udah punya suami dan anak, prioritas beda lagi” tapi bukan berarti gk bisa jalan2 yeee, buktinya jaman gw sekolah tiap liburan selalu diajakin sama ibu utk jalan2 :)

    • Iyahhh, gue punya temen yg punya anak pun traveling jalan terus kok. In order to be a happy parents kan you have to be happy first. Gak egois kok kalo bikin diri sndr happy saat udah jadi parents. :)

  4. hahahahahaha! what an enjoyable post! bener banget May… hrs selalu inget kita nentuin pilihan sendiri. Setiap pilihan juga ada consequences, ga bisa mau milih sesuatu tp ga mau konsekuensi nya. Jadi tanggung jawab sendiri terhadap pilihan2 itu. Kalo ga suka ya tinggal diubah. No need to bitch about how others live their lives…

      • Investasi juga konsekuensi nya jd ga bisa makan sushi sering2 lohhh.. padahal sukaaa.. *apasihkokjdngomonginsushi… hahahahaha…

      • gw biasaaaaa… menclok2 nyobain tempat baru mana aja yg blom pernah gw cobain. hahahaha… sushi express yg di citylink mall itu bukan? gw pernah 2x kynya it’s value for money tp gw lebih suka itacho, ichiban, gitu2.. pernah cobain koh grill & sushi bar di wisma ga? katanya enak…

      • Ichiban ga terlalu doyan tapi dr rumah tinggal ngesot jadi suka end up disono. Itacho pengen nyobain tp selalu long queue. Favorit all time sbnrnya sushitei apa daya mahal luar biasa.
        Soalnya gue biasa cuma makan salmon belly aja dan sashimi makanya demen bgt ke sushi express li.
        Yang KOH itu selalu long queue juga kannnn.
        Yuk yuk kita dinner sushi brg. After 7sept ya. :D

      • Hahahaha memang sushi tei selalu enak! The few times I went to itacho memang pas lagi non-meal times… hahaha.. jd almost no queue. Gila emang gw tiap hari lewat itacho ion (krn kantor dkt sana).. the queue is unbelievable. Sushi express boleh jg kok.. salmon nya lmy enak sih emang, cm waktu itu gw coba a few other types of nigiri sushi kok rasa ikan nya ky kurang fresh gitu, so i didn’t get a good impression. apa pas hari itu aja kali ya.. am open to trying it again. Heheh.. And after 7 sept is good cos I’ll be going back to jkt & baru balik 9 sept. Let’s do a weekend brunch!

  5. Yoiii it’s all about priorities. Orang yg komen nyinyir itu sirik sama org2 yg bebas bs travelling kemana2 tanpa harus mikirin biaya sekolah anak (iyalah wong blm punya anak). Dan gw termasuk salah satu org yg sempet nyinyir pas liburan lebaran kemaren. Sirik ngeliat temen2 single gw pada jln2 kesana-sini, sedangkan gw stuk di rumah gara2 lagi hamil haha. Tp dalem ati ajalah nyinyirnya, wong having a baby is my choice of life kok :)

    • That’s true. When it is your own choice, and you learn to appreciate it, you won’t be nyinyir with other people’s lives because you know yours is the best one. :)
      Oh you have a cute baby, there’s nothing to nyinyir about. :)

  6. Pingback: $$$$$$$ | naNINAnuneno

  7. Makjang May….esmosi neng hahaha. emang iya sih buat sebagian orang kan investasi itu bentuknya batu dan besi ( rumah,tanah, mobil dll ) sementara ada orang yang merasa udah cukup berinvestasi dalam bentuk mata dan hati ( pergi jalan2 ampe mabok dan setiap pulang bukannya ngerasa kere tapi ngerasa lebih kaya hehehe ). lagian bener kata kamu, gak semua traveling itu mahal :) tapiiii kan gak semua orang juga mau bersusah2 kayak kita mau naik bis busuk may buat kesatu tempat huahhahahaha

    yang pasti sih traveling itu bukan bikin miskin tapi bikin kaya (tergantung gimana kita menikmatinya)

  8. emang sapa may nyang comel? hah? hah? Gw rasa emang prioritas orang beda beda dan banyak orang yg mikir traveling gak penting & buang2 duit krn hasilnya gak berwujud, sok atuuh kalo mo mikir begitu mah. karena mereka pikir beli rumah, invest ini itu lebih penting. Dan lagi bnyk orang kan mo nya traveling ga susah ya, kayak yg loe tulis. Orang comel & nyinyir karena simply ngiri:)

  9. The world is a book and those who do not travel only read a page. Traveling itu ga mahal, selama kita mau muter otak sedikit. Dan ya, gua setuju kalo : traveling itu investasi. “And everytime I paid that flight/train/bus ticket, I will always remember this. My bank account might be decreased, but my personal value is increased.” —> like this line, A LOT.

  10. Pingback: go and see the world… | I'm possible

  11. Hai ci May, salam kenal ^^…

    Biasanya ak cm jd silent reader cm kali ini postnya bikin ak pengen komen banget soalnya ak suka travelling juga.! Setuju bangetttt kalau kita gak boleh judge n jelek”in something yg bukan priority/kesukaan kita kayak pict yg di path itu… Ak jg kesel banget klo di ceramahin sm org terdekat ngapain sih mikirin jalan” mulu, kyk gak mikirin masa depan bla”, ngabisin duid bla”…. Sedangkan yg ceramahin itu juga doyan gadget yg klo ak blg lebih besar pengeluarannya… Ckckckck…

    Ini link postnya ak copas trus kasih ke org itu, biar unek2ku tersampaikan… Hahaha… Abis isi post ini ud mewakilii banget sih ci… ^^

    btw ak jg sering denger klo bule” gt yg ud rada berumur mereka travelling bisa berbulan” dari satu negara ke negara lainnya itu sampai berenti kerja, nabung dl.. Tar ud slese jalan jalan mereka balik lagin n cari duid buat travelling berikutnya.

  12. Judulnya serem tapi bener. Kalau pengalaman pribadi gue, g bs travelling gratis malah lewat kerjaan. Gue sering keliling Indo for projects. Ya mungkin kadang jalan-jalannya enggak semaksimal bayar sendiri jadi cuma pas weekend (kalo enggak ada deadline) dan sekedar cullinary adventure after office hour (kalau enggak lembur) tapi menurut gue itu udah lumayan banget. Jd intinya sih: ada banyak jalan menuju Roma dan tiap orang punya cara masing2 nikmatin hidup, selama enggak nyusahin orang lain ya enggak masalah.

  13. Gw rasa tiap orang punya definisi masing2 ttg kebahagiaan.. and that definition is shaped by their background, past, upbringing, etc. Some people love traveling, some prefer the “settle down” life.. and I think not one is necessarily better or worse than the other.. it just is. So long as we respect each other’s choices. (But I do think traveling is awesome.. even more awesome is traveling on a budget! ;) )
    Great, thought provoking post as always.

    • Yes. Well said.
      I used to be so opinionated that gold-digger cutie barbie kind of girl is hollow inside and that they are not happy. But then I got older and learned lesson that some people are born that way. Some people could ACTUALLY be happy with just plastic beauty and money. It is hard to process but I slowly learn that everyone is happy with their own ways. Sometimes they made mistakes too every turns but some people had figured things out earlier for what they want in life. (Like us, I assume)
      Once we know what’s important for us, we can easily make priorities and that makes our life MUCH easier and BETTER! :)

  14. agree with number 3…..it’s all about priority. Even though i am not interested in traveling anymore, it’s all coming back to what is your priority. if you think traveling is important, then you’ll find a way to do it.

  15. Makanya, bro! Punya anak kalo udah siap financial dan mental, jangan maksa
    hahahahahahaha
    baca dari atas aja loihat gambarnya umur 35 udah jleb jleb jleb, makin ke bawah kok kayak dibikin buat nyindir akuh hahahaha.
    Karena nasi sudah jadi bubur, kami akhirnya meniatkan travelling setelah krucils gedean dikit. Dan niat sengaja nyisihin dikit-dikit buat tabungan tersendiri. SAat ini travelling emang bukan jadi priority hihihi, tapi semoga dikasih kesehatan kekuatan dan kesempatan buat melakukannya nanti.

  16. setuju gua ama lu. itu bukan masalah bisa atau gak bisa, tapi mau atau gak mau.

    setiap orang emang punya prioritas dan pereferensi sendiri2. tapi bukan berarti trus boleh jadi judgmental terhadap orang lain yang prioritas dan preferensi nya berbeda ama kita dong ya…

    gua dulu termasuk bukan orang yang memprioritaskan travel. suka sih suka, tapi bukan yang sampe pengen sering2 pergi gitu. lebih suka clubbing malah kalo dipikir2. kalo clubbing seminggu 2 kali itu mesti. kalo travel setaun sekali aja cukup. huahahaha. tapi gua gak nge-judge orang yang preferensinya beda ama gua. mungkin juga karena dulu belum jaman path jadi gua gak posting begituan ya may? huahahaha apaa cobaaa… :P

    sampe sekarang juga sebenernya gua bukan termasuk orang yang sangat ngoyo dalam hal traveling.soalnya gua orangnya ribet. kalo mau apa2 mikirnya lama, pertimbangannya banyak, banyak maunya, dikit duitnya. 2 hal yang terakhir itu kendala besar. hahaha. well intinya emang niatnya kurang aja sih… :P kayak lu kan ke jogja naik kereta 9rb perak. kalo gua pengennya ke jogja bayar 9rb tapi pengen naik pesawat. nah kayak begini2 ini yang dijadiin excuse dan akhirnya gak jadi pergi. alesan doang kan ya? emang gak niat aja sebenernya. huahaha.

    yah sama kayak orang2 yang belum apa2 udah mengkeret duluan nyalinya buat traveling dengan bilang kalo traveling itu mahal, duitnya dari mana… sama dah kayak gua. cuma bedanya gua gak judgmental ya may… *penting ditekankan berulang2*. :P

    anyway apa sih intinya, kok komen gua jadi panjang begini… :P gak ada intinya sih, cuma mau ngomong aja. hahaha.

    eh ngomongin lu ketemu orang british yang brenti kerja karena pengen travel, kayaknya emang banyak orang bule begitu ya. tetangga gua juga tuh. abis married, trus sekarang lagi travel tuh. entah berapa lama. soalnya dia resign dari kerjaannya, condonya disewain, furniture2nya dijual2in. trus fb nya update nya lagi disini, lagi disono. seru juga kalo dipikir2… but not my kind of thing dah… :D

    • Iya man, orang bule demen melakukan hal2 kayak gitu simply becoz mereka bule:
      1. Passport nya diterima di hampir semua negara. Gak perlu visa2an, bisa ngeloyor sesuka hati.
      2. Rambut blonde, mata bewarna, bisa survive dimana aja (it’s not racist but it’s a fact) mereka bisa dpt duit dr ngajar inggris, ngajar diving, ngajar surfing. Orang lebih rela membayar bule.
      3. Habis traveling, mereka tinggal balik ke negara nya lagi. Negara makmur, crime rendah, economy bagus, nggak akan mati kelaparan krn govt would take care of them.
      Mgkn nanti andrew dan emma punya privilege itu yah since passport mereka powerful. ;)
      Bandi punya mimpi utk tinggal di amrik biar anak kita bisa jadi US citizen dan bisa keliling dunia seenak udel mereka. Hahaha

  17. yg ngomong duit darimana itu pasti ga pernah buka web budget airlines atau web bookingan hotel deh…

    gua sama kayak lu may, punya account sendiri buat travelling… bahkan ampe skrg nyiapin married pun tetep ga gua utak atik itu duit, dan masih rutin nabung tiap bulan… gaji gua juga ga bisa dibilang gede2 amat, tapi taon lalu gua bisa ke china bareng nyokap…ikut tour pula, yg mana ga murah2 amat…

    makanya kalo ada yg ngomong “enak ya jalan2 mulu, banyak duit nih” woy….itu duit juga gua tabung dengan susah payah hahahaha…

    • Betul, holiday/traveling itu katanya seharusnya jadi kebutuhan at least sekali setahun, bisa nurunin stress dan make us happier. Dengan gak stress kan jadinya jauh2in dr dokter dan biaya berobat kan? :)

  18. Mayy. makinn cintaa deh sama kamuu *lhooo*.. haha.. Heyyy, maanaa orang yg ngomong traveling mahal? Sini toyor rame2.. Gue bosen lho dan gondok kalo di nyinyirin org2 soal hobi jalan2 gw ini..

    “ihh abis dari mana lo? Enak yah jalan2 terus?” Apalagi klo mulai berburu tiket promo pasti lgsg dikepoin “mau kemana? Seneng yah bisa jalan2?” Lahhh.. Duit juga duit gw kali, mau kemana suka2 gw dong yah.. haha.. Dan betul lho, traveling itu gak mahal, kita aja yg wajib muter otak biar jalan2 dpt tapi bayar tagihan sama investasi tetep jalan, semua seimbang.. Nabung cuti juga wajib, record gw selama ini cuti buat jalan2.

  19. kadang ya gw liat middle class kayak kita ini suka kebanyakan mau akhirnya ga punya prioritas dan ga punya apa2. mau travelling, mau cicil rumah, mau kemana-mana naik mobil, mau nongkrong di cafe2 cantik tiap weekend, mau tas branded, mau hape paling canggih, mau travelling yang mewah. Padahal duitnya ya ngepas!

    Trus lama-lama traveling itu jadi kayak apa yaa… pencitraan gitu kali ya. Kesannya kalo belom pernah ke eropa itu ga asik. klo long weekend ga ke singapore/bali itu ga keren (biasanya ditandai dengan orang yang over-share di social media – jalan-jalan kok foto2 mulu! tiap lima menit post foto! idih ntar aja kali pas pulang!).

    Klo mau foto doank mah ke Jonas aja lebih murah, traveling mah buat memperkaya diri coy!

    • HWAHAHAHAHAHA!
      An honest answer!!!!
      Yahhh sambil menyelam minum air dong ah tan, kalo kata anak gaul jaman skrg, masa udah bayar mahal2 tiket ke bali kaga posting2 fotonya XD
      Eh kejujuran dr elo ini luar biasa tan. Yep betul, middle class itu belum sepantasnya menjalani lifestyle konsumerisme ala pejabat.

  20. Gue setuju banget dalam hal spending orang yang suka kagak pada tempatnya, sehingga ujung2nya ngeluh kekurangan duit meluluuuuu… Padahal gue yakin duit mah cukup, semua tergantung gaya hidup. Banyak orang yang pengennya dianggep kaya raya, padahal kantong kempes malah minus utang dimana-mana cuma untuk memenuhi kebutuhan lifestyle. Makanya gue mayan “beruntung” punya ortu yang tidak menjadikan lifestyle sebagai main priority. Dulu pas kecil, keluarga gue naik mobil biasa aja, tapi kita udah pernah jalan2 kemana-mana, while some of my friends kaya banget tp kalo pergi Spore doang mentok. Terus priority ortu soal pendidikan juga bagus. Buat mereka, pendidikan dan experience (including traveling) adalah bekal masa depan yang baik banget untuk anak2.

  21. Madam, how right you are :).

    For all freedom loving human beings spending life, time and money essentially is a matter of free choice. Albeit of course we encounter limitations set by fate and doom and legal frameworks.

  22. All I can add here is just Laissez Faire. Let others do what they like and let them be. Priorities are different for each person and one can’t have it all. Yang penting buat gw sih travelling itu untuk kabur dari kehidupan sehari-hari, ngecharge batre biar kuat lagi untuk inspirasi dan learning about other cultures, history, nature & culinary. Alesan punya anak ngga bisa travel? Bawa lah anaknya traveling. Gw bawa anak gw umur 11 bulan roadtrip Jakarta – Bali, mampir di Bromo & Merubetiri. Jadi inspirasi untuk nulis post tentang traveling dan cara berpikir orang Indonesia tentang traveling :-)

  23. Like this! Copy link kasih ke suamik. Haohohaohhoahoaohaho…. Pasca menikah gw rada torn nih. Masih mau jalan2 tapi juga ga pengen punya anak ketuaan. Rencananya sih trip to Indonesia Timur before the end of the year, trus rela utk trying to have a kid. Tapi tapiiii… *labil* Gw dah sounding laki gw buat nanti bawa anak naek gunung n camping sih. Duerrr….

  24. ahhhhhh, senangnya baca post ini (padahal ngga kenal dan hanya nemu lewat link yang di-share teman di FB).
    Gw waktu umur baru 19 tahun udah jalan-jalan dengan cara nebeng kegiatan kampus, modal pribadi dari nyokap 500rb, bisa nyampe jogja, malang, plus main-main 2 minggu di bali. Tapi syaratnya, naik kapal laut 3hari2malam (plus mabuk laut berat), nebeng di kos-an temen yang baru ketemu pas acara kampus, dan di Bali nginap di rumah kenalan baru yang ketemu di terminal Denpasar. Pulang cuma bawa oleh2 kain bali selembar buat nyokap, tapi rasanya seperti menjadi manusia baru berkat semua pengalaman selama traveling.

    Sejak saat itu selalu nyari kerjaan yang bisa ngasi kesempatan jalan-jalan gratis, dan terpaksa menghentikannya setelah punya anak 3 tahun lalu.
    Tapi baru bulan lalu ngotot untuk traveling lagi, jadi turis tepatnya, modal 20juta (traveling termahal selama ini) tapi masih tetap bisa buat ngongkosi perjalanan 9 hari rombongan ber-5 (me, nyokap, nenek, sepupu, anak gue) dan memberi nyokap dan nenek guwe KESEMPATAN UNTUK PERTAMA KALINYA menjejak dan kliling-kliling Bali, main waterbom, oceanwalker, semuanya berkat keuletan mencari voucher diskon dan penginapan gretong, hahahaha….

    Bener banget tuh quote diatas: Traveling is the only thing you purchase that makes you richer, Amennn!

      • Thanks for sharing your thoughts too.
        Oh iya, gue lahir dan besar di sebuah kota kabupaten (yang dulunya) kecil di pelosok Kalimantan Barat, jadi ngga ada tuh ceritanya anak kampung ngga bisa jalan-jalan kliling dunia. Intinya cuma satu: niat :D

        (dan niat gue sekarang adalah membesarkan anak gue supaya punya niat yang sama kayak gue, bwahahaha…)

      • Waaaahhh! Keren! :)
        That’s so so so true!!! Asal ada niat!
        Dan I’m so gonna do the same like you, influence my future kids to travel and see the world too. That’s my legacy :)

  25. travelling sungguh menyenangkan. Pernah pas msh SMU ke Gn.Semeru cuma bermodal Rp100ribu. Itu karena kabur dari rumah biz ga pernah diijinin kalau pergi jauh-jauh :D

  26. traveling dan banyak hal lain, adalah tentang hobi ya gw rasa. ketika sesuatu sdh menjadi hobi atau passion, maka itu akan menempati urutan atas dari daftar prioritas kita. aku pribadi sih klo disuruh traveling, baik model ransel maupun koper, rasanya bakalan mikir2 deh. hehehe. coz it isnt my hobby nor my passion. tp aku seneng2 aja ngeliat temen2ku yg doyan traveling. liatin fotonya, baca ceritanya. dan kalo suatu saat aku traveling ke LN, Singapur adalah yg pertama akan aku kunjungi :D

  27. hola blogger kondang!!! aih aih ciamik bener nih postingannya!! suke aku!!! acungin jempol dulu ahhhhh … tarikkkk mang!!!!!!!!! ;)

    ya pada intinya komen – komen orang sudah mewakili isi hati gw lha hahaha .. gw cuma mau nagih janji kopdar kita aja nih … KAPAANNNN MAK? buah tangan udah redeh nih!! jangan sampe bulukan ajeeee …. hihihihihihi …

  28. love this!
    gue juga suka jalan-jalan, tapi nggak ngejadiin itu agenda tahunan. Apalagi sekarang ada 2 kunyils dirumah, hahahahahahha. But I’m not complaining.

    Tapi gue setuju untuk travelling pas masih muda. Mo travelling mahal kek, murah kek. Mo backpackeran kek, tourist style kek. Just enjoy! Dari pengalaman gue, beda rasanya travelling pas masih muda/single sama travelling pas udah berkeluarga & berumur *tenggak tolak angin, tempel koyo di pinggang*, hahahahahahhahaha.

  29. “I had a normal (slightly underpaid) salary when I was working in Jakarta and I still could manage to feed my mom and dad, paid for my motorcycle installments, and WENT TRAVELING”

    Pas baca itu, langsung #jleb banget kyk baca kisah gue sendiri, dan (yep) itu msh gue lakuin hingga saat ini… :D eniwei, salam kenal ya, nanti klo gue ada kesempatan klayapan ke Spore, bisa dong ketemuan *ngareeep

    • Hi nikma, or nini..
      Your blog seems interesting!
      Bagus dong kalo sampe saat ini semuanya masih bisa jalan dengan rata dan lancar. ;)
      Sure, kalo ke spore wajib banget bawain gue syomai sepeda. Hahaha (refer to tulisan ttg guide to spore :p)

  30. Jaman sekarang ini memang banyak anak2 muda yg maunya cuma senang2 aja… as you said “when there is a will, there is a way.. gw bukan orang yg dibilang can afford for travelling, trust me bahkan gw belum pergi ke semua area di pulau jawa ini :D..

    tapi gw udh sukses pergi ke 5 negara dan semua cost utk flight dan akomodasi di tanggung kantor :D.. jadi jika kita emg ga punya uang kita bisa berusaha utk berprestasi di kantor ato mencari pekerjaan yang bisa memberikan kita privilege untuk travelling.

    sekarang ini gw ada di benua yg katanya eksotis, land of hope.. salam travel :D…

  31. Gw jadi pengen jadiin liburan ke lombok nih gara2 baca postingan lo hahaha. btw, gw setuju sih sama yg lo bilang travelling itu murah, tapi kalo liburan ala turis itu mahal. masalahnyaa kalo gw liburan, pengennya liburan ala turis, bukan backpacker, makanya mahal hahahahaha. abis abis abis kan kalo liburan bareng utin kan itungannya honeymoon ya, pengennya kan yg santai2 gitu ga usah pusing wkwkwk *ga punya jiwa backpacker.

  32. hahaha.. bener sih, dulu waktu masih muda #halaah# menghalalkan berbagai cara supaya bisa jalan2 murah meriah, tp kalo udah ada bontot gini, jd agak mikir, bukan mikirin anaknya bakal rewel, mikirin badan pegel ngediemin anaknya kalo pas rewel hahaha

  33. wah, gue setuju banget ama lo May.. dulu gue belom merid kerjaan gue juga jalan2 terus dan gak mahal bok. Selama A*r Asi* mendarat dan pesawat2 murah sekarang uda banyak dan kita rajin2 cari info penginapan, transportasi dst2, murah kok.. Tapi gue merid di usia ampir 25, masih tetep bisa jalan2 kok.. Prinsipnya sama kek lo… Ada 1 tabungan khusus buat jalan2. Ya, di Indo kita makan jangan yang mewah2. Hemat2. Uda gitu tetep ada tabungan pendidikan, tabungan buat cicil rumah, tabungan buat sehari2,dll.. Pokoknya intinya atur duit.. :D

  34. *tambahan komen selain komentar.nya KOH GRILL* hahaha..

    iya mayy. gw juga seneng travelling
    terus pengen buat blog gw jadi travel blog yg mudah2an enak di baca orang dan vendor2 hotel ato apapun.. dan bisa travelling gratisss jadinya. ahhahaha..

    setuju dngn komentar2 komentator di atas..

    emang buat priority di hidup kita yg masih tergolong middle class tuh susah.. ahhaha..
    tapi gw juga ga bisa travel yg budget2 amat.. haha
    tapi yah itu konsekuensi.nya
    mau travel enak. yah nabung lebih bnyk. ahhaha
    gw sampe ada celengan sendiri buat travel may. ahahhaa.
    buat nambah2 jatah travel yg emang udah di sisihin dikit juga buat travel.

    jadi tiap hari gw masukin koin 1-2 dollar..
    dan lumayand buanget loh hasil.nya.. bisa ke bangkok 1 minggu ato bisa beli tiket pesawat ke jepang.. ahahha..
    yahh.. tp itu celengan hasil nabung 2 taon yah. ahahhaa..
    tapi lumayan bngt. dikit2. ga berasa tau2 udah penuh..
    dan pas di itung. hasilnya cukup memuaskan hati. ahahhaa..

    • Iya jen itu kayak lagi trio kwek kwek jaman dulu tuh. Bang bing bung yol kita nabung. Tang ting tung hey jangan diitung, tau tau kita nanti dapat untung! XD –> ketauan umur deh

  35. Dear May,

    Salam kenal dari salah satu silent readermu dan baru berani komen di sini :)

    Cuma mau komen baca tulisan ini jadi kayak ngegambarin tentang diri sendiri. Dan setuju banget sama pendapat May yang bilang it`s all about priority :)

    Happy travelling, May and Bandi :-)

  36. Pingback: Bay Europe Adventure, Full Report: The sweet kisses, the scenic journey, and the dirty laundry. | Sanguine's journal

  37. Pingback: #30daysblogging Yawn, we talk about money. | Sanguine's journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s