[IM-HAN] Surat untuk kamu, teman baruku.


[IM-HAN]

Singapura, 23 Juli 2012

 

Untuk kamu, yang sedang menuntut ilmu di tanah air…

 

 

Hai,

Perkenalkan nama saya Meitriyana dan kamu bisa panggil saya Meitri. Saya ingin bercerita dan berbagi tentang impian yang saya rajut ketika saya masih menetap di tanah air kita tercinta, Indonesia. Saya pernah menghabiskan waktu saya untuk tinggal di kota Jakarta, Bogor dan Bandung. Dulum saya selalu berharap untuk cepat-cepat tumbuh dewasa dan pergi jauh dari Indonesia.

Saya lahir dan tumbuh besar di Jakarta dan menempuh masa-masa SMU saya di Bogor yang kemudian dilanjutkan ke perguruan tinggi di Bandung. Saya tidak pernah suka yang namanya sekolah dan belajar, meskipun begitu untungnya otak saya nggak parah-parah amat. Setidaknya saya bisa berhasil masuk ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Bandung tanpa test dan untungnya mendapatkan beasiswa di dua tahun terakhir saya kuliah di sana, karena kalau tidak, mungkin saya bisa putus sekolah karena sejujurnya saya tidak datang dari keluarga yang cukup mampu. Padahal jujur deh, saya nggak pintar-pintar amat. Makanya banyak orang bilang, saya itu beruntung.

Sejak kecil, saya adalah anak yang sering bermimpi. Tidak jarang teman-teman sekelas menggoda saya dengan sebutan ‘kebanyakan mimpi’. Mimpi itu mulai dari yang masuk akal seperti lulus kuliah lalu tinggal di luar negeri sampai yang tidak masuk akal seperti bertemu dengan idola seumur hidup saya, Fabio Cannavaro. Kalau kamu suka nonton sepak bola, kamu pasti tahu dia, kan? Dia pemain bertahan Italia yang berhasil membawa Italia memenangkan Piala Dunia tahun 2006. Sepertinya mustahil banget untuk bisa ketemu dia karena itu berarti saya harus terbang ke Eropa, yang tiketnya mahal banget, dan meskipun sampai ke sana, belum tentu bisa bertemu dia, bukan?

Setelah lulus dari perguruan tinggi, saya mendapat kerja di Negara tetangga, Singapura. Sampai detik ini saya menulis surat untuk kamu, saya masih tinggal di sini. Sungguh ironis jika saya mengingat-ingat masa lalu, dimana saya tidak sabar untuk cepat dewasa dan mencobai rasanya tinggal di luar negeri. Sekarang ketika itu semua terjadi, saya sadar satu hal, Indonesia adalah rumah saya, tempat dimana saya belajar banyak hal dan bertemu orang-orang hebat. Tempat saya tumbuh besar dengan pemikiran maju seperti sekarang. Di Singapura saya bertemu teman-teman dari Negara lain, seperti Malaysia, India, Myanmar, Filipina dan yang mengejutkan adalah mereka tidak se-nasionalis orang-orang dari Indonesia, loh! Di Indonesia, saya bisa bergaul dengan teman-teman dari ras dan agama manapun.

Saya dalah orang Indonesia keturunan Tionghua dan tidak ada satupun teman saya yang menjauhi saya karena hal tersebut dan saya dengan bangganya bercerita ke mereka tentang ke-aneka-ragaman budaya Indonesia serta betapa Indahnya negara kita. Mendengar cerita-cerita dari teman-teman negara tetangga kita, mereka hanya memilih untuk bermain dengan ras dan agamanya masing-masing. Sangat menyedihkan, ya?

Saat itulah saya sadar, semua pelajaran yang Bapak dan Ibu guru berikan pada saya bukanlah omong kosong belaka. Bhineka Tunggal Ika itu adalah nilai yang wajib diturunkan ke setiap generasi anak-anak Indonesia dan wajib dimengerti serta diserap ke hati kami dimanapun kami berada. Kamu adalah salah satu anak Indonesia yang nantinya akan meneruskan nilai Bhineka Tunggal Ika tersebut.

Saya masih muda loh, jadi rasanya belum pantas kalau menguliahi kamu dengan nilai-nilai hidup. Tapi saya selalu percaya satu hal, sejak saya kecil hingga sekarang, yaitu kita harus tetap terus bermimpi, tanpa peduli apa kata orang lain, tanpa peduli apakah mimpi itu terdengar konyol atau mustahil. Jangan pernah ragu untuk bermimpi. Setelah itu kamu hanya perlu belajar yang rajin, kerja keras dan percaya bahwa mimpi kamu pasti terwujud.

Karena kamu tahu nggak sih, 13 tahun sejak saya digoda teman-teman saya tentang Fabio Cannavaro, saya benar-benar bertemu dengannya! Dengan ajaibnya dia datang ke Singapura tahun lalu dan saya ikut kompetisi untuk menjadi salah satu orang beruntung yang bisa menonton dia mengajar sepak bola. Saya benar-benar bertemu dia! Bisa minta tanda tangannya dan melihat dia secara langsung benar-benar terasa seperti mimpi jadi kenyataan. Lucu banget kalau dipikir-pikir.

Saya selalu berharap semua anak Indonesia bisa terus selalu mimpi. Rangkai impian setinggi-tinggi nya tanpa takut jatuh. Ketika kamu percaya akan mimpi-mu, kamu tidak akan pernah berhenti berjuang untuk mewujudkannya; dan kerja keras itulah yang tidak bisa tergantikan oleh apapun.

Selamat Hari Anak untuk kamu, di bagian Indonesia manapun kamu berada. Titip peluk sayang dariku untuk Tanah Air tercinta. Misi kita sebagai anak Indonesia adalah untuk membuat bangga Ibu Pertiwi, dan tentu saja terus bermimpi!

 

Salam hangat,

Teman barumu,

Meitriyana.

One thought on “[IM-HAN] Surat untuk kamu, teman baruku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s